Selamat datang di DENTOTO, Bandar Bola, Togel, Live Casino & Slot Online Terbesar di Indonesia.
SLOT GACOR
Bonus Spesial
Freebet Slot
Provider Slot Gacor
slide-5
Home Login Live Score Berita Bola Kalkulator Odds
Berita Bola

Presiden LaLiga Kritik Rencana Piala Dunia Diikuti 64 Tim, Dianggap Tak Logis

22 Jul 2026 • Redaksi Bola
Presiden LaLiga Kritik Rencana Piala Dunia Diikuti 64 Tim, Dianggap Tak Logis

Keluarga Kerajaan Spanyol di Merayakan Kemenangan Spanyol di Piala Dunia 2026

Rencana penambahan peserta pada Piala Dunia 2030 dari 48 menjadi 64 tim mendapat protes keras dari Presiden LaLiga Javier Tebas. Javier Tebas bahkan secara terbuka menyebut ide tersebut bisa menghancurkan industri sepak bola yang saat ini tengah dirancang oleh Gianni Infantino. Sang presiden rutin memberikan kritik kepada Infantino dan melancarkan serangan lain terhadapnya sebelum Piala Dunia 2026 dimulai. Adapun penerapan regulasi baru dengan menambah peserta menjadi 64 tim terjadi pada Piala Dunia 2030 saat Spanyol menjadi tuan rumah bersama Portugal dan Maroko.

Tebas mengatakan bahwa gagasan tersebut sangat tidak masuk akal karena menghilangkan aspek elite dairi turnamen tersebut.

"Meningkatkan jumlah tim nasional tidak masuk akal," kata Tebas dalam sebuah wawancara dengan surat kabar Italia La Gazzetta dello Sport. Hancurkan Industri Sepak Bola Javier Tebas melanjutkan bahwa sepak bola bukan hanya tentang bisnis dan Piala Dunia, namun ada unsur utama yaitu sebuah turnamen bergengsi. "Industri sepak bola bukan hanya Piala Dunia, yang merupakan ajang terpenting. "Namun, tidak semuanya bisa berpusat pada Piala Dunia. Kompetisi nasionallah yang mendukung olahraga ini," ungkapnya.

Tebas mengatakan bahwa FIFA telah menghancurkan industri sepak bola demi sebuah acara 40 hari yang diikuti banyak pemain kecil. "Mereka menghancurkan industri sepak bola, industri yang menciptakan puluhan ribu lapangan kerja, demi sebuah acara yang berlangsung selama 40 hari dan hanya dihadiri oleh sebagian kecil pemain," ungkapnya. Berbeda dengan Tebas, Infantino merasa jika Piala Dunia bisa diikuti oleh semua tim di seluruh dunia, bukan hanya Eropa atau Amerika Selatan dengan tradisi sepak bolanya yang kuat.

“Saat menyelenggarakan Piala Dunia, penting untuk menyelenggarakannya untuk seluruh dunia bukan hanya Eropa dan Amerika Selatan tetapi secara efektif seluruh dunia."

Tekankan Eksklusivitas Tebas berpendapat bahwa Piala Dunia harusnya dihuni oleh tim yang lebih sedikit namun berkualitas.

"Kita membutuhkan lebih sedikit tim nasional dan lebih banyak perlindungan untuk sepak bola nasional, di semua tingkatan," jelasnya.

Tebas ikut bereaksi saat mengetahui aturan tersebut akan dibahas. Baginya, itu menjadi bukti FIFA tidak lagi adil. "Mereka tidak menyadarinya; mereka mengambil keputusan secara tidak bertanggung jawab," tambahnya.

Di sisi lain presiden CONMEBOL Alejandro Dominguez justru mendukung penuh penambahan jumlah peserta. "Meningkatkan jumlah tim nasional tidak masuk akal," kata Tebas dalam sebuah wawancara dengan surat kabar Italia La Gazzetta dello Sport yang diterbitkan pada hari Selasa.

"Industri sepak bola bukan hanya Piala Dunia, yang merupakan ajang terpenting.

"Namun, tidak semuanya bisa berpusat pada Piala Dunia. Kompetisi nasionallah yang mendukung olahraga ini."