Perjuangan Timnas Argentina hingga mencapai final Piala Dunia 2026 tetap mendapat apresiasi dari negaranya, meski harus mengakhiri turnamen tanpa gelar juara.
Kegagalan merengkuh gelar juara di partai puncak ajang Piala Dunia 2026 tidak menyurutkan apresiasi negara terhadap perjuangan Timnas Argentina. Presiden Argentina, Javier Milei, mengumumkan rencana penetapan hari libur nasional untuk merayakan pencapaian skuad Albiceleste. Langkah Argentina harus terhenti setelah menelan kekalahan tipis 1-0 dari Timnas Spanyol pada babak perpanjangan waktu di laga final yang digelar hari Minggu. Kendati gagal membawa pulang trofi kemenangan dari Amerika Serikat, seluruh dedikasi pemain dan staf pelatih akan tetap mendapatkan penghormatan istimewa dari negara.
Presiden Argentina Beri Hari Libur
Sang Presiden Argentina, yang memilih absen menonton langsung ke stadion di New Jersey karena alasan takhayul, menyampaikan pengumuman tersebut melalui akun media sosial X miliknya.
“PERAYAAN PIALA DUNIA. Mengingat kekhawatiran terkait perayaan untuk merayakan prestasi tim nasional Argentina, saya ingin menginformasikan kepada publik bahwa, tergantung pada keputusan yang diambil oleh para pemain dan staf pelatih mengenai tanggal perayaan, hari tersebut akan dinyatakan sebagai hari libur nasional," kata Milei dikutip dari ESPN, Selasa (21/7/2026). Sementara itu, otoritas sepak bola setempat yakni Federasi Sepak Bola Argentina atau AFA, telah memberikan konfirmasi resmi perihal jadwal kepulangan tim.
Kegagalan Menyamai Rekor Legendaris
Kiper Timnas Argentina Emiliano Martinez (kiri pertama) melakukan penyelamatan selama pertandingan final Piala Dunia 2026 antara Spanyol vs Argentina di Stadion New York New Jersey, Amerika Serikat, Senin (20/7/2026) dini hari WIB.
Kekalahan ini mengubur ambisi besar dalam sejarah Piala Dunia, di mana mereka bertekad menjadi tim pertama yang meraih gelar secara back to back setelah pencapaian legendaris Brasil bersama ikon sepak bola Pele pada edisi 1958 dan 1962. Dominasi permainan sukses dikendalikan oleh Spanyol yang terus menekan dan menciptakan berbagai peluang emas sebelum waktu normal pertandingan berakhir. Kebuntuan akhirnya pecah berkat sontekan jarak dekat Ferran Torres pada menit ke-106, yang sekaligus mengunci gelar juara dunia kedua bagi tim raksasa Eropa tersebut. Di sisi lain, skuad asuhan Lionel Scaloni harus berjuang dengan 10 pemain sejak menit ke-93 menyusul kartu merah yang menimpa Enzo Fernández.
Peluang pertama mereka bahkan baru tercipta di pengujung laga pada menit ke-117, ketika tembakan kapten tim, Lionel Messi, masih bisa diblok barisan pertahanan lawan.
Terlepas dari hasil akhir yang kurang menguntungkan, Javier Milei tetap melontarkan pujian setinggi langit atas kerja keras penggawa Argentina. “Terima kasih banyak, para pemain...!!! Berjuang hingga akhir. Argentina selalu bangga,” tutup Presiden Argentina itu.





Roma Rekrut Santiago Castro dari Bologna
UEFA Resmi Ancam Boikot Seluruh Kompetisi FIFA, Tolak Rencana Penjualan Piala Dunia ke Investor Swasta
Resmi! Real Madrid Rekrut Striker Baru dari Levante dengan Kontrak Lima Tahun