Selamat datang di DENTOTO, Bandar Bola, Togel, Live Casino & Slot Online Terbesar di Indonesia.
SLOT GACOR
Bonus Spesial
Freebet Slot
Provider Slot Gacor
slide-5
Home Login Live Score Berita Bola Kalkulator Odds
Berita Bola

Erol Iba Ungkap Cerita Miris Dampak Tunggakan Gaji PSBS Biak kepada 54 Pemain dan Ofisial

22 Jul 2026 • Redaksi Bola
Erol Iba Ungkap Cerita Miris Dampak Tunggakan Gaji PSBS Biak kepada 54 Pemain dan Ofisial

Eks asisten pelatih PSBS Biak, Erol Iba

Asisten Manajer PSBS Biak, Erol Iba, mengatakan saat ini para pemain dan ofisial yang belum dibayarkan gajinya mengalami kesulitan keuangan yang berdampak kepada kondisi ekonomi keluarga. Beberapa di antaranya bahkan sampai ada yang anaknya putus sekolah dan tidak mampu membayar token listrik. "Siapa pun pasti kalau sudah bekerja maksimal tetapi hak-haknya tidak dibayar pasti sangat berpengaruh (ke keluarga),"

"Bahkan dengan kejadian ada anak-anak yang putus sekolah bahkan ada yang mau di-drop out (DO) dari kampusnya," ungkap dia. Sebelumnya dijelaskan, manajemen PSBS Biak disebut menunggak gaji para pemain dan ofisial selama empat bulan terhitung sejak Februari 2026 silam alias saat Super League 2025-2026 memasuki putaran kedua.

Rencanakan Lapor ke PSSI Erol Iba mengatakan ada sekitar 54 pemain serta ofisial yang hingga saat ini masih belum dibayarkan haknya meski Super League 2025-2026 telah berakhir pada Mei lalu. Pria 46 tahun itu mengaku sudah melakukan berbagai upaya untuk mendapatkan solusi terbaik, mulai dari menanyakan kepada manajemen hingga mengadu kepada I.League selaku operator liga. Dia mengaku sudah menyampaikan seluruh persoalan tersebut kepada manajemen tim berjuluk Badai Pasifik. Namun, hingga kini perjuangannya masih belum membuahkan hasil. Ke depan, dia tak menutup kemungkinan untuk melapor kepada PSSI jika masalah ini tak kunjung mendapat kepastian.

Sebab, pemain dan pelatih hanya berstatus sebagai karyawan. Sementara, kewenangan untuk menyelesaikan permasalahan ini berada di tangan manajemen. "Kalau ke PSSI untuk saat ini belum. Saya menyelesaikan lewat I.League dulu," tutur dia.

"Saran saya, baik I.League atau PSSI panggil menajemen PSBS untuk datang. Masalahnya di mana? Segera selesaikan." "Karena kalau kami pemain dan pelatih kan tidak punya wewenang. Tetapi, hasil kerja itu hak untuk dibayarkan," jelas asisten manajer yang merangkap sebagai asisten pelatih PSBS itu.